Minggu, 28 Oktober 2012

Pengertian Kewirausahaan, Ciri-Ciri, dll



     Anda tentu sering mendengar mengenai kata usaha, wirausaha, wirausahawan, kewirausahaan, atau dalam bahasa kerennya “entrepreneur”. Tetapi apakah Anda tahu apa definisi dari kata-kata tersebut? Apa sih yang membedakan? Berikut ini akan saya berikan sedikit penjelasan mengenai semuanya. Pertama-tama saya akan berikan pendapat-pendapat dari para ahli sebagai berikut:
1.        Harvey Leibenstein (1968, 1979)
Kewirausahaan mencakup kegiatan-kegiatan yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas, atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya
2.        Penrose (1963)
Kegiatan kewirausahaan mencakup indentifikasi peluang-peluang di dalam sistem ekonomi. Kapasitas atau kemampuan manajerial berbeda dengan kapasitas kewirausahaan
3.        Frank Knight (1921)
Wirausahawan mencoba untuk memprediksi dan menyikapi perubahan pasar. Definisi ini menekankan pada peranan wirausahawan dalam menghadapi ketidakpastian pada dinamika pasar. Seorang wirausahawan disyaratkan untuk melaksanakan fungsi-fungsi manajerial mendasar seperti pengarahan dan pengawasan.
4.        Israel Kirzner (1979)
Wirausahawan mengenali dan bertindak terhadap peluang pasar.
5.        Entrepreneurship Center at Miami University of Ohio
Kewirausahaan sebagai proses mengidentifikasi, mengembangkaan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hasil akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi resiko atau ketidakpastian
6.        Peter F. Drucker
Kewirausahaan merupakan kemampuan dalam menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. Pengertian ini mengandung maksud bahwa seorang wirausahawan adalah orang yang memiliki kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru, berbeda dari yang lain. Atau mampu menciptakan sesuatu yang berbeda dengan yang sudah ada sebelumnya
7.        Zimmerer
Kewirausahaan sebagai suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan (usaha).
     Jadi, sudah ada bayangan ya mengenai kata-kata yang saya sebutkan di atas. Pada intinya, usaha merupakan suatu kegiatan yang dilakukan dengan memberikan seluruh kemampuan yang dimiliki untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Pengertian usaha ini tentunya dapat berbeda-beda menurut bidang ilmu lain. Sedangkan kewirausahaan berasal dari kata wirausaha yang dalam bahasa Inggrisnya adalah entrepreneur. Kata ini pertama kali diperkenalkan oleh Richard Cantillon, seorang ekonom Perancis. Menurutnya, entrepreneur merupakan “agent who buys means of production at certain prices in orderto combine them”. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, ekonom Perancis lainnya-Jean Baptista Say menambahkan definisi Cantillon dengan konsep entrepreneur sebagai pemimpin.
     Pada dasarnya kewirausahaan ini memang kata yang umum didengar oleh setiap orang, dan pendapat masing-masing orang pun berbeda-beda. Tetapi berdasarkan para ahli di atas dapat saya simpulkan, kewirausahaan merupakan suatu kemampuan atau sikap yang meliputi kegiatan-kegiatan untuk menciptakan sesuatu yang baru secara kreatif dan inovatif dengan menggunakan seluruh kemampuan yang dimiliki yang berbeda dan belum diidentifikasikan di pasaran. Sedangkan wirausahawan merupakan seseorang yang memiliki kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda dengan yang sudah ada dan dapat menemukan peluang bisnis yang menjanjikan. 
     Tentunya penting sekali bagi setiap manusia untuk memiliki kemampuan kewirausahaan, karena semakin kesini semakin banyak manusia yang yang setelah lulus jenjang pendidikan hanya menganggur dan menjadi “sampah” dalam bahasa kasarnya. Hal seperti ini tentu menjadi sesuatu yang memperihatinkan jika hanya terus berkelanjutan dan tidak ada penanganan. Saya jadi terpikirkan pertanyaan yang sering didengar dan mungkin anda juga pernah mendengarkan, yaitu “ke mana setelah kuliah?” Kebetulan saya adalah seorang siswa yang menuntut ilmu di salah satu perguruan tinggi maka seperti itulah kalimat yang sering saya dengar.
     Apa yang ada dibenak anda jika anda diajukan pertanyaan yang sama seperti ini? Mungkin hanya mereka yang memiliki perencanaan matang atau tujuan yang pasti yang bisa menjawabnya. Saya yakin sebagian besar orang akan berpikir keras untuk menjawabnya. Sebenarnya hal yang paling dituntut agar kita dapat menjawab pertanyaan tersebut salah satunya berkaitan dengan kemampuan kewirausahaan. Saya tidak menyebutkan kewirausahaan yang paling utama, tetapi hanya salah satu yang dapat membantu menjawab pertanyaan tersebut.
     Mereka yang memiliki kemampuan kewirausahaan akan dengan mudah menjawab pertanyaan tersebut, dan jika semua orang memiliki kemampuan tersebut maka tidak akan ada lagi pengangguran yang “bertebaran” di jalanan. Hal ini berkaitan juga dengan tujuan dari kewirausahaan itu sendiri. Tujuan dari kewirausahaan adalah untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dan secara umum meningkatkan harkat dan martabat pribadi wirausahawan serta bangsa dan negara, dengan pengetahuan tersebut diharapkan akan semakin banyak warga negara Indonesia khusunya mahasiswa yang terjun dalam dunia usaha, namun perlu diperhatikan dalam berusaha harus mengedepankan kejujuran, sehingga apa yang dihasilkan dapat bermanfaat bagi masyarakat luas.

Berikut ini jenis-jenis dari kewirausahaan, antara lain:
1.        Innovating Entrepreneurship
Bereksperimentasi secara agresif, trampil mempraktekkan transformasi-transformasi atraktif
2.        Imitative Entrepreneurship
Meniru inovasi yang berhasil dari para Innovating Entrepreneur
3.        Fabian Entrepreneurship
Sikap yang teramat berhati-hati dan sikap skeptikal tetapi yang segera melaksanakan peniruan-peniruan menjadi jelas sekali, apabila mereka tidak melakukan hal tersebut, mereka akan kehilangan posisi relatif pada industri yang bersangkutan.
4.        Drone Entrepreneurship
Drone = malas. Penolakan untuk memanfaatkan peluang-peluang untuk melaksanakan perubahan-perubahan dalam rumus produksi sekalipun hal tersebut akan mengakibatkan mereka merugi diandingkan dengan produsen lain.

Output dari kewirausahaan itu sendiri adalah nilai tambah dari sesuatu yang dihasilkan, meliputi:
1.        Pengembangan teknologi baru (developing 1. new technology),
2.        Penemuan pengetahuan baru (discovering new knowledge),
3.        Perbaikan produk (barang dan jasa) yang sudah ada (improving existing products or services),
4.        Penemuan cara-cara yang berbeda untuk menghasilkan barang dan jasa yang lebih banyak dengan sumber daya yang lebih sedikit (finding different ways of providing more goods and services with fewer resources).


Kewirausahaan ini sendiri memiliki beberapa ciri-ciri dan watak dari seseorang yang memiliki jiwa kewirausahaan. berikut ini beberapa cirri-ciri dan watak dari kewirausahaan.

No
Ciri-ciri
Watak
1
Percaya Diri
Keyakinan, ketidaktergantungan, individualistis, dan optimisme
2
Berorientasi pada tugas dan hasil
Kebutuhan untuk berprestasi, berorientasi laba, ketekunan dan ketabahan, tekad kerja keras, mempunyai dorongan kuat, energetik, dan inisiatif
3
Pengambilan risiko
Kemampuan untuk mengambil risiko yang wajar dan suka tantangan
4
Kepemimpinan
Perilaku sebagai pemimpin, bergaul dengan orang lain, menanggapi saran-saran dan kritik
5
Keorisinilan
Inovatif dan kreatif serta fleksibel
6
Berorientasi ke masa depan
Pandangan ke depan, perspektif

(Sumber: dari Meredith, et.al, dalam Suryana, 2001 : 8)









Sumber:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar